KARENA MEREKA AKU DISINI…
KARENA MEREKA AKU BERJUANG
UNTUK MEREKA AKU BENGKIT DARI KETERPURUKAN
UNTUK MEREKA AKU MENCOBA BERTAHAN, DAN TERUS BERTAHAN…
YAH…
AWALNYA HANYA UNTUK MEREKA….HANYA DEMI MEREKA…
TAPI KINI….
AKU BERDIRI DISINI,BERTAHAN …BERJUANG..
BUKAN HANYA KARENA MEREKA…..
TAPI….
UNTUKKU….HIDUPKU….
DAN SEMUA TERJADI KARENA
BEGITU BANYAK CINTA DI SEKITARKU..CINTA UNTUKKU…CINTA…CINTA…DANHANYA CINTA…
YANG KINI MEMBUATKU BERTAHAN MENUNGGU WAKTU YANG TEPAT ITU TIBA…
Senin, 28 April 2008
Kata iya
Mengangguk kata setuju
Tapi bukan berarti iya
Mengapa sahabat tak bertanya ?!
Hanya bergeleng kepala
Kalau sahabat tak paham
Uneg-uneg jangan disimpan
Ungkapkan semua perasaan
Hak berpendapat dijamin undang-undang
Sudah jelas di pasal dua delapan
Diam bukanlah emas
Emas ada di busang
Katanya sedang diributkan
Siapa yang bakal jadi jutawan
Mungkin mereka yang menambang
Sahabat juga mungkin nanti kecipratan
He…. he….
Jangan terlalu banyak termangu
Sebentar lagi kan pemilu.pilkada dan pilpres
Jangan sampai terpancing isyu
Sekarang kan musim dikompor-komporin
Apa lagi sambil dikipas-kipasin
Bisa-bisa kebakaran nanti
Mengangguk kata setuju
Tapi bukan berarti iya
Mengapa sahabat tak bertanya ?!
Hanya bergeleng kepala
Kalau sahabat tak paham
Uneg-uneg jangan disimpan
Ungkapkan semua perasaan
Hak berpendapat dijamin undang-undang
Sudah jelas di pasal dua delapan
Diam bukanlah emas
Emas ada di busang
Katanya sedang diributkan
Siapa yang bakal jadi jutawan
Mungkin mereka yang menambang
Sahabat juga mungkin nanti kecipratan
He…. he….
Jangan terlalu banyak termangu
Sebentar lagi kan pemilu.pilkada dan pilpres
Jangan sampai terpancing isyu
Sekarang kan musim dikompor-komporin
Apa lagi sambil dikipas-kipasin
Bisa-bisa kebakaran nanti
sepertinya semua yang kulakukan akan salah..
adakah aku telah salah?
adakah aku terlalu berharap bahwa semua yang kuimpikan akan
terwujud tanpa reversi realita?
entahlah..
ketika rasa mencintai dalam hati..
gamang untuk ungkapkan jujur selalu ada menyertai..
atau sebaiknya aku diam dan membiarkan perasaan ini tergerogoti
rayap-rayap kekecewaan..
karena rasanya tak ada jawaban bahagia siap untuk terdengar..
sepertinya semua yang kulakukan akan salah..
adakah aku telah salah?
adakah aku terlalu berharap bahwa semua yang kuimpikan akan
terwujud tanpa reversi realita?
entahlah..
ketika rasa mencintai dalam hati..
gamang untuk ungkapkan jujur selalu ada menyertai..
atau sebaiknya aku diam dan membiarkan perasaan ini tergerogoti
rayap-rayap kekecewaan..
karena rasanya tak ada jawaban bahagia siap untuk terdengar..
sepertinya semua yang kulakukan akan salah..
Potret diri
Pagi yang indah kujelang kembali
Menghempaskan mimpi meraih bergantinya hari
Di ufuk timur tersirat cahaya kedamaian
Membangkitkan semangat menghangatkan perasaan
Hembusan angin menemaniku berjalan
Mengiringi langkah berpadu dalam kepastian
Gemersik dedaunan bak irama kehidupan
Selalu setia menyanyikan lagu kemenangan hati
Dalam menggapai makna cita-cita dan cinta
Dalam mewujudkan makna hidup yang sesungguhnya
Biarkan pergantian hari terus berjalan
Karena setiap saat akan selalu kujelang
Masa demi masa berlalu sudah
Kemana kakiku berjalan melangkah
Liku-liku kehidupan mengukir sejarah
Kini saatnya berpotret diri
Berbenah dari segala keburukan
Meningkatkan semua kebaikan
Kini saatnya tuk membuka pintu hati
Memaafkan semua kehilafan
Mari kita sambut dengan gembira
Dengan memperbanyak ibadah
Tuk menggapai tingkatan taqwa
Derajat tertinggi disisi tuhan
Semoga Allah selalu membimbing kita
Dan nanti memasukkan kita dalam surga-Nya
Amiin
Pagi yang indah kujelang kembali
Menghempaskan mimpi meraih bergantinya hari
Di ufuk timur tersirat cahaya kedamaian
Membangkitkan semangat menghangatkan perasaan
Hembusan angin menemaniku berjalan
Mengiringi langkah berpadu dalam kepastian
Gemersik dedaunan bak irama kehidupan
Selalu setia menyanyikan lagu kemenangan hati
Dalam menggapai makna cita-cita dan cinta
Dalam mewujudkan makna hidup yang sesungguhnya
Biarkan pergantian hari terus berjalan
Karena setiap saat akan selalu kujelang
Masa demi masa berlalu sudah
Kemana kakiku berjalan melangkah
Liku-liku kehidupan mengukir sejarah
Kini saatnya berpotret diri
Berbenah dari segala keburukan
Meningkatkan semua kebaikan
Kini saatnya tuk membuka pintu hati
Memaafkan semua kehilafan
Mari kita sambut dengan gembira
Dengan memperbanyak ibadah
Tuk menggapai tingkatan taqwa
Derajat tertinggi disisi tuhan
Semoga Allah selalu membimbing kita
Dan nanti memasukkan kita dalam surga-Nya
Amiin
Paradigma
Hari demi hari terus berjalan
Pergantian waktupun tidak dapat dielakan
Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi
Sebagai konsekwensi logis atas akhir dari setiap langkah
Paradigma hidup merupakan acuan dalam melangkah
Sebagai barometer dalam menjalani hidup
Menuju sebuah wujud misteri ‘Cita-cita’
Perenungkan kembali tentang Paradigma hidup
Tentang cita-cita yang masih tergantung di angkasa
Katakanlah kamu bisa untuk meraihnya
Kamu bisa untuk menjalaninya
Gapailah semuanya impianmu
Hari demi hari terus berjalan
Pergantian waktupun tidak dapat dielakan
Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi
Sebagai konsekwensi logis atas akhir dari setiap langkah
Paradigma hidup merupakan acuan dalam melangkah
Sebagai barometer dalam menjalani hidup
Menuju sebuah wujud misteri ‘Cita-cita’
Perenungkan kembali tentang Paradigma hidup
Tentang cita-cita yang masih tergantung di angkasa
Katakanlah kamu bisa untuk meraihnya
Kamu bisa untuk menjalaninya
Gapailah semuanya impianmu
Dengarlah kami
Saat kaki melangkah
Sejenak hati berfikir tentang keadilan
Ketika bangsa kita dilanda bencana
Ketika rakyat kecil dirundung duka
Ketika semua orang bertanya
Mana yang benar dan mana yang salah ?!
Banyak sosok muncul seolah pakar
Berteriak-teriak seakan benar
Seharusnya begini dan seharusnya begitu !!
Ternyata semua hanya teori yang membingungkan
Di sudut-sudut kota dan pelosok negeri ini
Rakyat jelata menggeliat kelaparan
Anak-anak mulai putus harapan
Akan kemana kami mencari
Napas kebebasan yang semakin menyesakkan dada
Angin kehidupan yang mulai hilang entah kemana
Sungguh tragis dan ironis nasib bangsa ini
Rupiah terpuruk dalam kekhawatiran
Si awam hanya bertanya
Dosa siapakah ini ?!
Kok kami yang mendapat siksa
Kami tidak butuh banyak partai
Yang kami butuh banyak beras
Kami perlu banyak susu
Kami perlu makan
Dan kami perlu keadilan
Saat kaki melangkah
Sejenak hati berfikir tentang keadilan
Ketika bangsa kita dilanda bencana
Ketika rakyat kecil dirundung duka
Ketika semua orang bertanya
Mana yang benar dan mana yang salah ?!
Banyak sosok muncul seolah pakar
Berteriak-teriak seakan benar
Seharusnya begini dan seharusnya begitu !!
Ternyata semua hanya teori yang membingungkan
Di sudut-sudut kota dan pelosok negeri ini
Rakyat jelata menggeliat kelaparan
Anak-anak mulai putus harapan
Akan kemana kami mencari
Napas kebebasan yang semakin menyesakkan dada
Angin kehidupan yang mulai hilang entah kemana
Sungguh tragis dan ironis nasib bangsa ini
Rupiah terpuruk dalam kekhawatiran
Si awam hanya bertanya
Dosa siapakah ini ?!
Kok kami yang mendapat siksa
Kami tidak butuh banyak partai
Yang kami butuh banyak beras
Kami perlu banyak susu
Kami perlu makan
Dan kami perlu keadilan
Jumat, 21 Maret 2008
semangat yang hilang
Remaja merupakan kata yang menyengkan bagi anak-anak tetapi menakutkan bagi orang tua
Remaja adalah sosok yang terlihat sangat ideal dan berpotensi dalam segala segala bidang kehidupan.kaum muda dapat menggantikan posisi kaum tua, tetapi kaum tua belum tentu dapat menggantikan posisi kaum muda. Bung karno pernah mengatakan “berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncang dunia!”tetapi melambangkan betapa hebatnya dan berpengaruhnya serta berpotensinya para pemuda.
Kalau kita mau kembali membuka sejarah penjajahan bangsa Indonesia, maka dapat kita lihat bagaimana gerakan pemuda mempertahankan tanah air yang tercinta ini. Bukan hanya harta dan benda yang mereka korbankan, bahkan nyawa pun mereka pertaruhkan.
Begitu besarnya peranan kaum muda zaman sekarang, tentunya sangat jauh sekali perbedaannya seiring dengan perubahan zaman modern yang globalisasi seperti sekarang ini.pemuda sekarang seperti pemuda setengah abad silam, semangat dan keberanian pemuda sekarang tidak lagi seperti keberanian pemuda kemarin.maka patutlah kita mempertanyakannya mengapa?
Tentu saja dengan pertanyaan diatas hanya kita yang mampu menjawabnya,tak perlu dijawab dengan lisan yang cenderung ngomongnya hipokrit, tetapi harus dibuktikan dengan langkah nyata perubahan yang merupakan pembuktian dalam sebuah langkah kongkrit.
Kita harus dapat meniru semangat dan pengorbanan pemuda masa lalu.kita tidak boleh terjebak dengan arus globalisasi dan pengaruh budaya barat yang cenderung membuat kita mandul dalam berbuat dan berkarya. Memang lebih susah jadi seorang pelopor dari pada seorang pengekor.
Terlebih lagi semangat pemuda daerah yang cenderung enggan mengatakan dari mana ia berasal, sehingga sangat sulit baginya untuk kembali kedaerah untuk membangun daerahnya dengan segala ilmu dan semangat yang ia miliki,.kalau kita lebih terbuka lagi, kaum muda adalah barisan terdepan dalam membangun dan memajukan dearahnya dan kedatangan kaum muda yang sangat dinantikan masarakat dalam melakukan perubahan yang mungkin sudah lama dinanti-nantikan masarakat yang mendabakan kesejahteraan.
Kaum muda sekarang sudah terdegradasi dari realitas sosial sebenarnya,karena kaum muda sekarang sudah terjakit penyakit apatis yang bahkan sudah mengalami akut.yang menjadi pertanyaan mendasar dimana peran pemuda dalam melakukan perubahan yang katanya agen perubahan?.
Sadar atau tidak kita (kaum muda) sekarang adalah kita menjadi persoalan bangsa yang amat serius yang dapat menghancurkan kehidupan bernegara yang seharusnya itu tidak lagi kita pikirkan,jika kita tidak segera bangkit dari keterlenaan kita maka siap –siap akan kehancuran dan kita tidak lagi bisa meneruskan semangat dan perjuangan dari para pendahulu kita.
ayo tunjukkkan tajimu pemuda mari kita sama sama rapatkan barisan untuk membangun bangsa dan daerah kita jangan cuma diam atau jadi penonton.karena jika anda tidak menjadi bagian dari penyelesaian maka anda adalah bagian dari persoalan.
Remaja adalah sosok yang terlihat sangat ideal dan berpotensi dalam segala segala bidang kehidupan.kaum muda dapat menggantikan posisi kaum tua, tetapi kaum tua belum tentu dapat menggantikan posisi kaum muda. Bung karno pernah mengatakan “berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncang dunia!”tetapi melambangkan betapa hebatnya dan berpengaruhnya serta berpotensinya para pemuda.
Kalau kita mau kembali membuka sejarah penjajahan bangsa Indonesia, maka dapat kita lihat bagaimana gerakan pemuda mempertahankan tanah air yang tercinta ini. Bukan hanya harta dan benda yang mereka korbankan, bahkan nyawa pun mereka pertaruhkan.
Begitu besarnya peranan kaum muda zaman sekarang, tentunya sangat jauh sekali perbedaannya seiring dengan perubahan zaman modern yang globalisasi seperti sekarang ini.pemuda sekarang seperti pemuda setengah abad silam, semangat dan keberanian pemuda sekarang tidak lagi seperti keberanian pemuda kemarin.maka patutlah kita mempertanyakannya mengapa?
Tentu saja dengan pertanyaan diatas hanya kita yang mampu menjawabnya,tak perlu dijawab dengan lisan yang cenderung ngomongnya hipokrit, tetapi harus dibuktikan dengan langkah nyata perubahan yang merupakan pembuktian dalam sebuah langkah kongkrit.
Kita harus dapat meniru semangat dan pengorbanan pemuda masa lalu.kita tidak boleh terjebak dengan arus globalisasi dan pengaruh budaya barat yang cenderung membuat kita mandul dalam berbuat dan berkarya. Memang lebih susah jadi seorang pelopor dari pada seorang pengekor.
Terlebih lagi semangat pemuda daerah yang cenderung enggan mengatakan dari mana ia berasal, sehingga sangat sulit baginya untuk kembali kedaerah untuk membangun daerahnya dengan segala ilmu dan semangat yang ia miliki,.kalau kita lebih terbuka lagi, kaum muda adalah barisan terdepan dalam membangun dan memajukan dearahnya dan kedatangan kaum muda yang sangat dinantikan masarakat dalam melakukan perubahan yang mungkin sudah lama dinanti-nantikan masarakat yang mendabakan kesejahteraan.
Kaum muda sekarang sudah terdegradasi dari realitas sosial sebenarnya,karena kaum muda sekarang sudah terjakit penyakit apatis yang bahkan sudah mengalami akut.yang menjadi pertanyaan mendasar dimana peran pemuda dalam melakukan perubahan yang katanya agen perubahan?.
Sadar atau tidak kita (kaum muda) sekarang adalah kita menjadi persoalan bangsa yang amat serius yang dapat menghancurkan kehidupan bernegara yang seharusnya itu tidak lagi kita pikirkan,jika kita tidak segera bangkit dari keterlenaan kita maka siap –siap akan kehancuran dan kita tidak lagi bisa meneruskan semangat dan perjuangan dari para pendahulu kita.
ayo tunjukkkan tajimu pemuda mari kita sama sama rapatkan barisan untuk membangun bangsa dan daerah kita jangan cuma diam atau jadi penonton.karena jika anda tidak menjadi bagian dari penyelesaian maka anda adalah bagian dari persoalan.
suatu gagasan untuk ipmalay
MENGELOLA PENGETAHUAN DAN MODAL INTELEKTUAL DENGAN
PEMBELAJARAN ORGANISASI: SUATU GAGASAN UNTUK IPMALAY
MUKADIMAH.
Ikatan pelajar mahasiswa labuhan batu yogyakarta (IPMALAY), seperti juga organisasi lainnya, merupakan kesatuan sosial (social entity) dengan batas-batas yang relatif dapat diidentifikasikan dan dapat dikendalikan secara sadar pada satu arah yang konsisten. Sebagai suatu kesatuan sosial ipmalay terdiri dari kelompok orang dengan sifat dan perilaku individu yang berbeda-beda,berinteraksi, saling mempengaruhi dan mempunyai keterkaitan satu dengan yang lainnya. Sebagai suatu organisasi kekeluargaan berlandaskan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat indonesia khususnya masarakat labuhan batu, keluaran (output) yang dihasilkan IPMALAY adalah manusia yang mempunyai kualitas pengetahuan dan keterampilan, produk-produk ilmiah serta jasa untuk berbagai kegiatan masyarakat.Asupan (input), proses dan keluaran (output) IPMALAY adalah perilaku, pengetahuan, dan keterampilan, yang menyatu pada manusia. Berbeda dengan kegiatan industri manufaktur dimana mesin harus dikendalikan operator melalui pendekatan yang top-down, sehingga mesin berfungsi sesuai dengan instruksi mereka, IPMALAY mengelola manusia sebagai manusia yang mampu mengatur diri.Mereka tidak pernah bisa dikontrol seperti mesin karena akan menghilangkan hakekat manusia dan konsep kekeluargaan . Sebaliknya mesin dapat rusak dan perlu diganti oleh manajemen sedangkan manusia mampu melakukan regenerasi diri dan secara alamiah akan berubah dan berevolusi. Manajemen manufaktur mungkin membutuhkan metafor mesin yang kuat untuk dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya, akan tetapi apabila hal ini diterapkan di IPMALAY akan menimbulkan ketidaksenangan komunitasnya, karena manusia tidak suka diperlakukan seperti roda gigi dan mesin dan tidak sesuai dengan konsep pemberdayaan dan kekeluargaan
Pertanyaannya adalah, organisasi manajemen dan tipe kepemimpinan yang bagaimana
yang tepat guna diterapkan pada kelembagaan seperti IPMALAY, sehingga mampu beradaptasi secara berkelanjutan di abad yang kompetitif, cepat berubah, penuh dengan ketidak pastian, harus bergerak cepat, serta tipisnya batas-batas di era kesejagatan.
JARINGAN-JARINGAN SOSIAL DAN JARINGAN-JARINGAN KOMUNIKASI.
Satu kesatuan jaringan-jaringan sosial (suatu sistem sosial) yang hidup adalah jaringan-jaringan komunikasi yang membentuk dirinya sendiri. Artinya suatu organisasi manusia hanya akan menjadi suatu sistem hidup bila organisasi tersebut tersusun dalam jaringan atau mengandung jaringan-jaringan yang lebih kecil dalam ruang lingkupnya. Unsur-unsurnya adalah komunikasi yang berulang diproduksi dan direproduksi oleh jaringan komunikasi dan tidak dapat berada diluar jaringan tersebut.
Jaringan-jaringan komunikasi membentuk dirinya sendiri secara mandiri dan tiap komunikasi menciptakan pemikiran dan makna yaitu suatu gagasan pikiran yang memerlukan/memperkenankan penafsiran (meaning), yang menghasilkan komunikasi
lebih lanjut, sehingga keseluruhan jaringan menghasilkan dirinya sendiri. Komunikasi
yang berulang-ulang melalui umpan-balik akan menghasilkan sistem kepercayaan,
kejelasan, dan nilai bersama misalnya sesuatu konteks makna yang terus menerus
dipelihara oleh komunitas secara berkelanjutan.
Komunitas manusia sebagai jaringan-jaringan komunikasi melibatkan koordinasi perilaku secara berkesinambungan, dengan melibatkan pemikiran konseptual dan bahasa simbolis,menghasilkan citra mental, pemikiran, dan makna serta terus menerus mengkoordinasikan perilaku masyarakatnya. Jaringan-jaringan komunikasi mempunyai efek ganda yaitu menghasilkan gagasan dan konteks makna dan menghasilkan sistem nilai, kepercayaan,aturan-aturan perilaku yang terintegrasi menjadi struktur sosial. bagi jaringan sosial yang membentuk dirinya. Seluruh jaringan sosial membentuk dirinya sendiri, menghasilkan konteks makna bersama, pengetahuan bersama, aturan perilaku, batasan, dan identitas kolektif anggotanya bagi jaringan sosial yang membentuk dirinya sendiri.Komunitas praktis merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, yang selalu timbul dan berkembang sebagai jaringan informal, jalur komunikasi informal, serta jaringan hubungan lainnya yang terus menerus tumbuh, berubah dan beradaptasi dalam struktur formal organisasi Pada umumnya setiap organisasi memiliki komunitas praktis yang saling berhubungan (misalnya, kegiatan keagamaan, olah raga dll.). Semakin banyak yang terlibat dalam jaringan informal, semakin berkembang dan canggih jaringannya, sehingga organisasi semakin mampu belajar, menanggapi hal baru secara kreatif, berubah,berbuat dan berevolusi. Hidupnya organisasi ditentukan oleh komunitas praktis didalamnya. Revolusi teknologi informasi akhir di abad kedua puluh telah melahirkan suatu fenomena sosial baru, yang tersusun di sekeliling aliran informasi, jaringan telah menjadi suatu bentuk organisasi manusia dan mencitakan istilah “masyarakat jaringan” (network society) untuk mendeskripsikan dan menganalisa struktur social
ORGANISASI YANG HIDUP DAN BELAJAR DARI KEHIDUPAN.
organisasi yang mampu berkelanjutan adalah organisasi yang mampu belajar dan kreatif, hal ini hanya mungkin terlaksana apabila manajemen dan pimpinan organisasi memahami adanya interaksi dan saling mempengaruhi antara jaringan formal yang memiliki rancangan dengan jaringan informal yang membentuk dirinya sendiri. dalam Organisasi Struktur formal dalam organisasi dirancang dengan seperangkat aturan formal yangmendefinisi hubungan antar anggotanya, dan menetapkan distribusi kekuasaan. Struktur formal biasanya ditetapkan berdasarkan dokumen resmi organisasi dalam bentuk diagram organisasi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, kebijakan, strategi, sistim prosedur kerja, dan sebagainya. Sedangkan struktur informal adalah jaringan komunikasi yang berubah-ubah dan berfluktuasi. Pada struktur formal, fungsi dan hubungan kekuasaan lebih dipentingkan daripada orang, dan fungsi tetap bertahan walaupun terjadi pergantian orang, sedang pada struktur informal jaring-jaring terwujud pada orang-orang yang melakukan kegiatan bersama. Bila orang baru bergabung, seluruh jaringan akan mengatur ulang dirinya, dan apabila ada orang yang meninggalkannya jaringan akan berubah bahkan dapat terhenti atau bubar. Pada setiap organisasi terjadi proses interaksi dan saling mempengaruhi yang terus menerus antara struktur formal dan struktur informal. Kebijakan dan prosedur formal disaring oleh jaringan-jaringan informal, sehingga memungkinkan anggotanya kreatif menghadapi perubahan dan hal-hal yang baru. Idealnya, organisasi formal mengakui dan mendukung jaringan-jaringan informal dan mengakomodasikan inovasi anggotanya ke dalam struktur formal. Seperti juga pada organisme, hidupnya suatu organisasi (yaitu, fleksibilitas, potensi kreatif, kemauan dan kemampuan belajar), terletak pada komunitas-komunitas praktek informalnya.
Hidupnya struktur formal organisasi tergantung kedekatannya dengan jaringan-jaringan
informal. organisasi pimpinan organisasi yang telah berpengalaman mengetahui bagaimana bekerja dengan formal. Biasanya struktur formal di arahkan pada kegiatan rutin sedangkan struktur informal diandalkan untuk tugas-tugas non rutin.
Pemanfaatan struktur formal dan struktur informal menunjukkan bahwa cara yang efektif
untuk meningkatkan potensi kreativitas dan pembelajaran suatu organisasi memeliharanya agar tetap bersemangat dan hidup, adalah dengan mendukung dan memperkuat komunitas praktisnya. Agar komunikasi informal dapat berkembang perlu disediakan ruang sosial,sehingga dapat mencetuskan kreativitas, melepaskan beban pikiran dan penggerakan proses perubahan. Pemahaman pimpinan organisasi tentang perician proses yang terlibat dalam jaringansosial yang membentuk dirinya sendiri akan meningkatkan efektifitas peran komunitas praktis yang terdiri dari individu-individu dalam organisasi Berbeda dengan mesin yang dapat dikendalikan, suatu sistem hidup hanya bisa dipengaruhi dengan memberi stimulan (rangsangan) dan tidak dapat dikendalikan melalui intervensi atau instruksi.
Mengubah persepsi dan cara berpikir yang konvensional bukanlah suatu hal yang mudah tetapi akan memberi manfaat yang signifikan. Bekerja melalui proses yang inherendengan sistem hidup tidak memerlukan banyak energi untuk menggerakkan. organisasiYang dibutuhkan untuk suatu perubahan bukan energi tetapi gangguan yang bermakna melalui stimulus-stimulus. Jarang orang-orang yang berpendidikan dan kritis melaksanakan instruksi secara harfiah,tetapi memodifikasi, menafsir ulang, mengabaikan beberapa hal dan menambahkan rekaan. Terkadang mereka memberi tanggapan dengan menciptakan versi baru dari instruksi aslinya. Oleh pimpinan yang berorientasi mekanistik hal ini sering ditafsirkansebagai suatu perlawanan bahkan sabotase.
Sistem hidup selalu memilih apa yang harus diperhatikan dan bagaimana menanggapinya.Memodifikasi suatu instruksi adalah menanggapi gangguan secara kreatif, sebagai inti dari kehidupan. Dengan tanggapan kreatif, jaringan kehidupan dalam organisasi menghasilkan dan mengkomunikasikan makna, menegaskan kebebasan untuk terus menciptakan ulang jati dirinya. Bertindak pasifpun merupakan cara untuk menunjukkan kreativitas. Ketundukan mutlak hanya dapat dicapai dengan merampas kehidupan seseorang dan mengubahnya menjadi robot tanpa kebahagian dan gairah. Hal ini menjadi penting bagi organisasi yang berdasarkan pengetahuan, dimana aset-aset yang paling berharga adalah kekeluargaan, kebersamaan, kecerdasan dan kreativitas. Berbeda dengan organisasi tradisional yang mengutamakan kekuasaan, organisasi yang hidup mengedepankan berbagai kreativitas manusia dan menjadikannya sebagai sesuatu
kekuatan yang positif. Bila orang dilibatkan dalam proses perubahan sejak awal, mereka
akan memilih “untuk diganggu”, karena proses itu sendiri bermakna bagi mereka. Hal
penting yang harus dilakukan adalah membuat proses perubahan bermakna sejak awal,
merangsang partisipasi, dan menciptakan suasana yang kondusif untuk menumbuhkan
kreativitas.
Memberi impuls dan pedoman tetapi bukan memberi perintah yang tegas merupakan Perubahan dalam konteks kekuasaan, dari dominasi dan kendali menjadi partisipasi dan kemitraan. Ini adalah implikasi mendasar dari pemahaman baru mengenai kehidupan,dimana kemitraan dengan memelihara hubungan yang simbiosis, menjalin hubungan,fleksibilitas, dan ko evolusi adalah bagian dari kehidupan.
Membawa kehidupan ke dalam organisasi dengan memperkuat komunitas praktisnya tidak hanya menumbuhkan fleksibilitas, kreativitas dan potensi pembelajaran tetapi juga meningkatkan martabat individu dalam organisasi Fokus organisasi pada kehidupan dankemandirian adalah penguatan . organisasi kedaerahan yang sehat secara mental dan emosional membuat individu di dalam organisasi mempunyai keyakinan bahwa usaha untuk meraih cita-cita pribadi tidak harus mengorbankan integritasnya mencapai cita-cita organisasi tersebut.
PENUTUP
SUATU GAGASAN UNTUK IPMALAY
Cita-cita luhur IPMALAY sebagai suatu organisasi kedaerahan yang berlandaskan pendidikan dan kekeluargaan , adalah mengemban misi
mencerdaskan dan mengembangkan kehidupan bangsa yang berbudi luhur, menjadi pusat
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial dan kemanusiaan yang
unggul dengan menyelenggarakan kegiatan yang bermutu tinggi berbasis pendidikan , melakukan penelitian dan pengembangan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia dan khususnya labuhan batu serta kemaslahatan umat manusia. Sebagai suatu masyarakat pengetahuan (knowledge society), kompetensi inti (corecompetence) IPMALAY adalah pada pengurus dan masarakatnya sebagai satu kesatuan modal intelektual sehingga kinerja (performance) IPMALAY ditentukan oleh kapasitas pengurus dan masarakatnya.
Untuk dapat mewujudkan cita-cita luhur dan mengemban misinya, IPMALAY harus mempunyai kemampuan untuk mengurus kebutuhan dan dinamika aset dan modal intelektual yang melekat pada individu-individu dalam satu kesatuan organisasi berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
1. Mempunyai kemampuan untuk mengkreasikan pengetahuan secara efektif melalui
peningkatan kompetensi secara individu seiring dengan kemampuan membangun modal intelektualnya.
2. Mengembangkan modal intelektual dalam satu lembaga pengetahuan (knowledge
institution) melalui proses transformasi kompetensi individu-individunya dan
disepakati oleh individu-individu untuk berbagi pengetahuan (knowledge sharing)
sebagai modal intelektual milik IPMALAY.
3. Mentransformasikan modal intelektual menjadi modal dengan meningkatkan nilai tambah (added value) melalui kegiatan bermutu berbasis pendidikan untuk menciptakan produk-produk baru dan mengembangkan potensi yang dimiliki IPMALAY . Wahana untuk dapat mampu mengkreasikan pengetahuan, meningkatkan modal intelektual seiring dengan peningkatan kompetensi individu-individunya dan mentrasformasikan modal intelektual menjadi modal adalah bentuk Pembelajaran organisasi (Organizational Learning). Komunitas praktis yang terdesentralisasi (misalnya kelompok keagamaan, pendidikan, olah raga, seni dll.) perlu ditumbuh kembangkan di IPMALAY,semakin banyak yang terlibat, semakin canggih jaringannya sehingga IPMALAY semakin mampu belajar, menanggapi hal baru, berubah dan berevolusi. Peningkatan kualitas dan kompetensi individu-individu staf pengajar serta penciptaan modal intelektual mensyaratkan adanya lingkungan (environment) dan suasana yang kondusif yaitu suatu lingkungan yang sehat mental dan emosional sehingga
pengembangan individu-individu merupakan bagian yang menyatu dan utuh dari
pengembangan. IPMALAY.
Rasa saling percaya harus dikembangkan dan dibina antar individu-individu dan
antara individu-individu IPMALAY , demikian pula pada unit-unit kecil yang
terdesentralisasi (misalnya, kelompok keagamaan). Bila rasa saling percaya tidak mampu
ditanamkan akan timbul kondisi dimana semakin tinggi kompetensi individu-individu
mengakibatkan semakin rendah modal intelektual IPMALAY.
Nilai-nilai kebersamaan (share values) IPMALAY, yang disusun bersama-sama oleh individu-individunya harus menjadi landasan yang dipercaya untuk meraih cita-citanya. Budaya saling percaya mempercayai yang dilandasi oleh nilai-nilai kebersamaan akan mendorong terciptanya jejaring (network) yang sinergistik. IPMALAY harus dapat membangun jaringan-jaringan komunikasi yang mampu menciptakan pemikiran, makna bersama, pengetahuan bersama, aturan perilaku, batasan-batasan serta indentitas individu-individunya. IPMALAY memahami bahwa interaksi antara struktur formal
dan struktur informal merupakan suatu proses untuk mengakomodasikan inovasi individu-individu ke dalam struktur formalnya. IPMALAY juga harus mampu menciptakan budaya belajar melalui berbagai kegiatan misalnya didalam kelompok keagamaan , antar kelompok keagamaan melalui penciptaan jaringan, sehingga terjadi perkembangan dan pertumbuhan pengetahuan.
Diterapkan manajemen kinerja yang objektif, berkeadilan, transparan dan memberi
motivasi berprestasi terhadap individu-individu kita, serta sistem insentif yang
tepat guna.
Kualitas, dan kompetensi pemimpin yang tepat guna menjadi dasar untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan membangun budaya belajar. Pada proses awal dimana rasa saling percaya dan budaya belajar belum terbentuk, dibutuhkan pemimpin yang visionari dan transformasional yaitu yang mempunyai visi yang kuat dan mampu mentransformasikan rasa saling percaya dan budaya belajar kepada seluruh individu-indivudunya serta menjadi satu kesatuan sistem yang disapakati.
Pada saat rasa saling percaya dan budaya belajar mulai tumbuh dibutuhkan pemimpin
yang sinergistik yaitu yang mampu mensinerjikan ide, gagasan, inovasi dan kreativitas
individunya dalam unit-unit yang lebih kecil dan terdesentralisasi dalam satu kesatuan
wadah kebersamaan.
Dan apabila rasa saling percaya dan budaya belajar sudah mantap dan mapan, diperlukan adanya seorang pemimpin yang “tut wuri handayani”, seorang pemimpin yang mampu secara terus menerus menuntun dan menjaga keberlanjutan meningkatan nilai tambah, melalui pemanfaatan pengetahuan dan penciptaan teknologi guna
kemaslahatan masyarakat. Apabila IPMALAY mampu mengelola pengetahuan dan modal intelektualnya dengan pembelajaran organisasi sudah selayaknya apabila seluruh anggota IPMALAY mempunyai rasa optimis terhadap perwujudan cita-cita luhur IPMALAY, karena sebagai organisasi kedaerahan, IPMALAY masih memiliki modal
intelektual yang terus-menerus dapat dikembangkan, masih memiliki kredibilitas dan
masih memiliki jaringan-jaringan yang luas.
.
PEMBELAJARAN ORGANISASI: SUATU GAGASAN UNTUK IPMALAY
MUKADIMAH.
Ikatan pelajar mahasiswa labuhan batu yogyakarta (IPMALAY), seperti juga organisasi lainnya, merupakan kesatuan sosial (social entity) dengan batas-batas yang relatif dapat diidentifikasikan dan dapat dikendalikan secara sadar pada satu arah yang konsisten. Sebagai suatu kesatuan sosial ipmalay terdiri dari kelompok orang dengan sifat dan perilaku individu yang berbeda-beda,berinteraksi, saling mempengaruhi dan mempunyai keterkaitan satu dengan yang lainnya. Sebagai suatu organisasi kekeluargaan berlandaskan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat indonesia khususnya masarakat labuhan batu, keluaran (output) yang dihasilkan IPMALAY adalah manusia yang mempunyai kualitas pengetahuan dan keterampilan, produk-produk ilmiah serta jasa untuk berbagai kegiatan masyarakat.Asupan (input), proses dan keluaran (output) IPMALAY adalah perilaku, pengetahuan, dan keterampilan, yang menyatu pada manusia. Berbeda dengan kegiatan industri manufaktur dimana mesin harus dikendalikan operator melalui pendekatan yang top-down, sehingga mesin berfungsi sesuai dengan instruksi mereka, IPMALAY mengelola manusia sebagai manusia yang mampu mengatur diri.Mereka tidak pernah bisa dikontrol seperti mesin karena akan menghilangkan hakekat manusia dan konsep kekeluargaan . Sebaliknya mesin dapat rusak dan perlu diganti oleh manajemen sedangkan manusia mampu melakukan regenerasi diri dan secara alamiah akan berubah dan berevolusi. Manajemen manufaktur mungkin membutuhkan metafor mesin yang kuat untuk dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya, akan tetapi apabila hal ini diterapkan di IPMALAY akan menimbulkan ketidaksenangan komunitasnya, karena manusia tidak suka diperlakukan seperti roda gigi dan mesin dan tidak sesuai dengan konsep pemberdayaan dan kekeluargaan
Pertanyaannya adalah, organisasi manajemen dan tipe kepemimpinan yang bagaimana
yang tepat guna diterapkan pada kelembagaan seperti IPMALAY, sehingga mampu beradaptasi secara berkelanjutan di abad yang kompetitif, cepat berubah, penuh dengan ketidak pastian, harus bergerak cepat, serta tipisnya batas-batas di era kesejagatan.
JARINGAN-JARINGAN SOSIAL DAN JARINGAN-JARINGAN KOMUNIKASI.
Satu kesatuan jaringan-jaringan sosial (suatu sistem sosial) yang hidup adalah jaringan-jaringan komunikasi yang membentuk dirinya sendiri. Artinya suatu organisasi manusia hanya akan menjadi suatu sistem hidup bila organisasi tersebut tersusun dalam jaringan atau mengandung jaringan-jaringan yang lebih kecil dalam ruang lingkupnya. Unsur-unsurnya adalah komunikasi yang berulang diproduksi dan direproduksi oleh jaringan komunikasi dan tidak dapat berada diluar jaringan tersebut.
Jaringan-jaringan komunikasi membentuk dirinya sendiri secara mandiri dan tiap komunikasi menciptakan pemikiran dan makna yaitu suatu gagasan pikiran yang memerlukan/memperkenankan penafsiran (meaning), yang menghasilkan komunikasi
lebih lanjut, sehingga keseluruhan jaringan menghasilkan dirinya sendiri. Komunikasi
yang berulang-ulang melalui umpan-balik akan menghasilkan sistem kepercayaan,
kejelasan, dan nilai bersama misalnya sesuatu konteks makna yang terus menerus
dipelihara oleh komunitas secara berkelanjutan.
Komunitas manusia sebagai jaringan-jaringan komunikasi melibatkan koordinasi perilaku secara berkesinambungan, dengan melibatkan pemikiran konseptual dan bahasa simbolis,menghasilkan citra mental, pemikiran, dan makna serta terus menerus mengkoordinasikan perilaku masyarakatnya. Jaringan-jaringan komunikasi mempunyai efek ganda yaitu menghasilkan gagasan dan konteks makna dan menghasilkan sistem nilai, kepercayaan,aturan-aturan perilaku yang terintegrasi menjadi struktur sosial. bagi jaringan sosial yang membentuk dirinya. Seluruh jaringan sosial membentuk dirinya sendiri, menghasilkan konteks makna bersama, pengetahuan bersama, aturan perilaku, batasan, dan identitas kolektif anggotanya bagi jaringan sosial yang membentuk dirinya sendiri.Komunitas praktis merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, yang selalu timbul dan berkembang sebagai jaringan informal, jalur komunikasi informal, serta jaringan hubungan lainnya yang terus menerus tumbuh, berubah dan beradaptasi dalam struktur formal organisasi Pada umumnya setiap organisasi memiliki komunitas praktis yang saling berhubungan (misalnya, kegiatan keagamaan, olah raga dll.). Semakin banyak yang terlibat dalam jaringan informal, semakin berkembang dan canggih jaringannya, sehingga organisasi semakin mampu belajar, menanggapi hal baru secara kreatif, berubah,berbuat dan berevolusi. Hidupnya organisasi ditentukan oleh komunitas praktis didalamnya. Revolusi teknologi informasi akhir di abad kedua puluh telah melahirkan suatu fenomena sosial baru, yang tersusun di sekeliling aliran informasi, jaringan telah menjadi suatu bentuk organisasi manusia dan mencitakan istilah “masyarakat jaringan” (network society) untuk mendeskripsikan dan menganalisa struktur social
ORGANISASI YANG HIDUP DAN BELAJAR DARI KEHIDUPAN.
organisasi yang mampu berkelanjutan adalah organisasi yang mampu belajar dan kreatif, hal ini hanya mungkin terlaksana apabila manajemen dan pimpinan organisasi memahami adanya interaksi dan saling mempengaruhi antara jaringan formal yang memiliki rancangan dengan jaringan informal yang membentuk dirinya sendiri. dalam Organisasi Struktur formal dalam organisasi dirancang dengan seperangkat aturan formal yangmendefinisi hubungan antar anggotanya, dan menetapkan distribusi kekuasaan. Struktur formal biasanya ditetapkan berdasarkan dokumen resmi organisasi dalam bentuk diagram organisasi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, kebijakan, strategi, sistim prosedur kerja, dan sebagainya. Sedangkan struktur informal adalah jaringan komunikasi yang berubah-ubah dan berfluktuasi. Pada struktur formal, fungsi dan hubungan kekuasaan lebih dipentingkan daripada orang, dan fungsi tetap bertahan walaupun terjadi pergantian orang, sedang pada struktur informal jaring-jaring terwujud pada orang-orang yang melakukan kegiatan bersama. Bila orang baru bergabung, seluruh jaringan akan mengatur ulang dirinya, dan apabila ada orang yang meninggalkannya jaringan akan berubah bahkan dapat terhenti atau bubar. Pada setiap organisasi terjadi proses interaksi dan saling mempengaruhi yang terus menerus antara struktur formal dan struktur informal. Kebijakan dan prosedur formal disaring oleh jaringan-jaringan informal, sehingga memungkinkan anggotanya kreatif menghadapi perubahan dan hal-hal yang baru. Idealnya, organisasi formal mengakui dan mendukung jaringan-jaringan informal dan mengakomodasikan inovasi anggotanya ke dalam struktur formal. Seperti juga pada organisme, hidupnya suatu organisasi (yaitu, fleksibilitas, potensi kreatif, kemauan dan kemampuan belajar), terletak pada komunitas-komunitas praktek informalnya.
Hidupnya struktur formal organisasi tergantung kedekatannya dengan jaringan-jaringan
informal. organisasi pimpinan organisasi yang telah berpengalaman mengetahui bagaimana bekerja dengan formal. Biasanya struktur formal di arahkan pada kegiatan rutin sedangkan struktur informal diandalkan untuk tugas-tugas non rutin.
Pemanfaatan struktur formal dan struktur informal menunjukkan bahwa cara yang efektif
untuk meningkatkan potensi kreativitas dan pembelajaran suatu organisasi memeliharanya agar tetap bersemangat dan hidup, adalah dengan mendukung dan memperkuat komunitas praktisnya. Agar komunikasi informal dapat berkembang perlu disediakan ruang sosial,sehingga dapat mencetuskan kreativitas, melepaskan beban pikiran dan penggerakan proses perubahan. Pemahaman pimpinan organisasi tentang perician proses yang terlibat dalam jaringansosial yang membentuk dirinya sendiri akan meningkatkan efektifitas peran komunitas praktis yang terdiri dari individu-individu dalam organisasi Berbeda dengan mesin yang dapat dikendalikan, suatu sistem hidup hanya bisa dipengaruhi dengan memberi stimulan (rangsangan) dan tidak dapat dikendalikan melalui intervensi atau instruksi.
Mengubah persepsi dan cara berpikir yang konvensional bukanlah suatu hal yang mudah tetapi akan memberi manfaat yang signifikan. Bekerja melalui proses yang inherendengan sistem hidup tidak memerlukan banyak energi untuk menggerakkan. organisasiYang dibutuhkan untuk suatu perubahan bukan energi tetapi gangguan yang bermakna melalui stimulus-stimulus. Jarang orang-orang yang berpendidikan dan kritis melaksanakan instruksi secara harfiah,tetapi memodifikasi, menafsir ulang, mengabaikan beberapa hal dan menambahkan rekaan. Terkadang mereka memberi tanggapan dengan menciptakan versi baru dari instruksi aslinya. Oleh pimpinan yang berorientasi mekanistik hal ini sering ditafsirkansebagai suatu perlawanan bahkan sabotase.
Sistem hidup selalu memilih apa yang harus diperhatikan dan bagaimana menanggapinya.Memodifikasi suatu instruksi adalah menanggapi gangguan secara kreatif, sebagai inti dari kehidupan. Dengan tanggapan kreatif, jaringan kehidupan dalam organisasi menghasilkan dan mengkomunikasikan makna, menegaskan kebebasan untuk terus menciptakan ulang jati dirinya. Bertindak pasifpun merupakan cara untuk menunjukkan kreativitas. Ketundukan mutlak hanya dapat dicapai dengan merampas kehidupan seseorang dan mengubahnya menjadi robot tanpa kebahagian dan gairah. Hal ini menjadi penting bagi organisasi yang berdasarkan pengetahuan, dimana aset-aset yang paling berharga adalah kekeluargaan, kebersamaan, kecerdasan dan kreativitas. Berbeda dengan organisasi tradisional yang mengutamakan kekuasaan, organisasi yang hidup mengedepankan berbagai kreativitas manusia dan menjadikannya sebagai sesuatu
kekuatan yang positif. Bila orang dilibatkan dalam proses perubahan sejak awal, mereka
akan memilih “untuk diganggu”, karena proses itu sendiri bermakna bagi mereka. Hal
penting yang harus dilakukan adalah membuat proses perubahan bermakna sejak awal,
merangsang partisipasi, dan menciptakan suasana yang kondusif untuk menumbuhkan
kreativitas.
Memberi impuls dan pedoman tetapi bukan memberi perintah yang tegas merupakan Perubahan dalam konteks kekuasaan, dari dominasi dan kendali menjadi partisipasi dan kemitraan. Ini adalah implikasi mendasar dari pemahaman baru mengenai kehidupan,dimana kemitraan dengan memelihara hubungan yang simbiosis, menjalin hubungan,fleksibilitas, dan ko evolusi adalah bagian dari kehidupan.
Membawa kehidupan ke dalam organisasi dengan memperkuat komunitas praktisnya tidak hanya menumbuhkan fleksibilitas, kreativitas dan potensi pembelajaran tetapi juga meningkatkan martabat individu dalam organisasi Fokus organisasi pada kehidupan dankemandirian adalah penguatan . organisasi kedaerahan yang sehat secara mental dan emosional membuat individu di dalam organisasi mempunyai keyakinan bahwa usaha untuk meraih cita-cita pribadi tidak harus mengorbankan integritasnya mencapai cita-cita organisasi tersebut.
PENUTUP
SUATU GAGASAN UNTUK IPMALAY
Cita-cita luhur IPMALAY sebagai suatu organisasi kedaerahan yang berlandaskan pendidikan dan kekeluargaan , adalah mengemban misi
mencerdaskan dan mengembangkan kehidupan bangsa yang berbudi luhur, menjadi pusat
pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial dan kemanusiaan yang
unggul dengan menyelenggarakan kegiatan yang bermutu tinggi berbasis pendidikan , melakukan penelitian dan pengembangan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia dan khususnya labuhan batu serta kemaslahatan umat manusia. Sebagai suatu masyarakat pengetahuan (knowledge society), kompetensi inti (corecompetence) IPMALAY adalah pada pengurus dan masarakatnya sebagai satu kesatuan modal intelektual sehingga kinerja (performance) IPMALAY ditentukan oleh kapasitas pengurus dan masarakatnya.
Untuk dapat mewujudkan cita-cita luhur dan mengemban misinya, IPMALAY harus mempunyai kemampuan untuk mengurus kebutuhan dan dinamika aset dan modal intelektual yang melekat pada individu-individu dalam satu kesatuan organisasi berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
1. Mempunyai kemampuan untuk mengkreasikan pengetahuan secara efektif melalui
peningkatan kompetensi secara individu seiring dengan kemampuan membangun modal intelektualnya.
2. Mengembangkan modal intelektual dalam satu lembaga pengetahuan (knowledge
institution) melalui proses transformasi kompetensi individu-individunya dan
disepakati oleh individu-individu untuk berbagi pengetahuan (knowledge sharing)
sebagai modal intelektual milik IPMALAY.
3. Mentransformasikan modal intelektual menjadi modal dengan meningkatkan nilai tambah (added value) melalui kegiatan bermutu berbasis pendidikan untuk menciptakan produk-produk baru dan mengembangkan potensi yang dimiliki IPMALAY . Wahana untuk dapat mampu mengkreasikan pengetahuan, meningkatkan modal intelektual seiring dengan peningkatan kompetensi individu-individunya dan mentrasformasikan modal intelektual menjadi modal adalah bentuk Pembelajaran organisasi (Organizational Learning). Komunitas praktis yang terdesentralisasi (misalnya kelompok keagamaan, pendidikan, olah raga, seni dll.) perlu ditumbuh kembangkan di IPMALAY,semakin banyak yang terlibat, semakin canggih jaringannya sehingga IPMALAY semakin mampu belajar, menanggapi hal baru, berubah dan berevolusi. Peningkatan kualitas dan kompetensi individu-individu staf pengajar serta penciptaan modal intelektual mensyaratkan adanya lingkungan (environment) dan suasana yang kondusif yaitu suatu lingkungan yang sehat mental dan emosional sehingga
pengembangan individu-individu merupakan bagian yang menyatu dan utuh dari
pengembangan. IPMALAY.
Rasa saling percaya harus dikembangkan dan dibina antar individu-individu dan
antara individu-individu IPMALAY , demikian pula pada unit-unit kecil yang
terdesentralisasi (misalnya, kelompok keagamaan). Bila rasa saling percaya tidak mampu
ditanamkan akan timbul kondisi dimana semakin tinggi kompetensi individu-individu
mengakibatkan semakin rendah modal intelektual IPMALAY.
Nilai-nilai kebersamaan (share values) IPMALAY, yang disusun bersama-sama oleh individu-individunya harus menjadi landasan yang dipercaya untuk meraih cita-citanya. Budaya saling percaya mempercayai yang dilandasi oleh nilai-nilai kebersamaan akan mendorong terciptanya jejaring (network) yang sinergistik. IPMALAY harus dapat membangun jaringan-jaringan komunikasi yang mampu menciptakan pemikiran, makna bersama, pengetahuan bersama, aturan perilaku, batasan-batasan serta indentitas individu-individunya. IPMALAY memahami bahwa interaksi antara struktur formal
dan struktur informal merupakan suatu proses untuk mengakomodasikan inovasi individu-individu ke dalam struktur formalnya. IPMALAY juga harus mampu menciptakan budaya belajar melalui berbagai kegiatan misalnya didalam kelompok keagamaan , antar kelompok keagamaan melalui penciptaan jaringan, sehingga terjadi perkembangan dan pertumbuhan pengetahuan.
Diterapkan manajemen kinerja yang objektif, berkeadilan, transparan dan memberi
motivasi berprestasi terhadap individu-individu kita, serta sistem insentif yang
tepat guna.
Kualitas, dan kompetensi pemimpin yang tepat guna menjadi dasar untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan membangun budaya belajar. Pada proses awal dimana rasa saling percaya dan budaya belajar belum terbentuk, dibutuhkan pemimpin yang visionari dan transformasional yaitu yang mempunyai visi yang kuat dan mampu mentransformasikan rasa saling percaya dan budaya belajar kepada seluruh individu-indivudunya serta menjadi satu kesatuan sistem yang disapakati.
Pada saat rasa saling percaya dan budaya belajar mulai tumbuh dibutuhkan pemimpin
yang sinergistik yaitu yang mampu mensinerjikan ide, gagasan, inovasi dan kreativitas
individunya dalam unit-unit yang lebih kecil dan terdesentralisasi dalam satu kesatuan
wadah kebersamaan.
Dan apabila rasa saling percaya dan budaya belajar sudah mantap dan mapan, diperlukan adanya seorang pemimpin yang “tut wuri handayani”, seorang pemimpin yang mampu secara terus menerus menuntun dan menjaga keberlanjutan meningkatan nilai tambah, melalui pemanfaatan pengetahuan dan penciptaan teknologi guna
kemaslahatan masyarakat. Apabila IPMALAY mampu mengelola pengetahuan dan modal intelektualnya dengan pembelajaran organisasi sudah selayaknya apabila seluruh anggota IPMALAY mempunyai rasa optimis terhadap perwujudan cita-cita luhur IPMALAY, karena sebagai organisasi kedaerahan, IPMALAY masih memiliki modal
intelektual yang terus-menerus dapat dikembangkan, masih memiliki kredibilitas dan
masih memiliki jaringan-jaringan yang luas.
.
buday yang terdegradasi
Ironis jika tujuan (rencana) pada diri kita tidak terlihat jelas gambaranya,dan yang pasti terjadi adalah kebingungan dan kegamangan yang akan didapat, kesulitan untuk melangkah, hidup tanpa tujuan yang mungkin tergilas oleh derasnya arus kehidupan. Dan akhirnya menjadi orang yang putus asa karena angan dan cita-citanya terlalu tinggi atau dengan bahasa lainnya jauh panggang dari api.
Apa yang bisa kita lihat belakangan hari ini,budaya kita yang sudah terdegradasi yang mengakibatkan lupanya memaknai esensi kehidupan. Karena generasi kita sekarang ini terhanyut oleh budaya barat yang hedonis,dan sikap apatis yang sudah akut menjadi budaya generasi ini,yang akhirnya terpaut pada pola pikir yang sederhana,pragmatis dan selalu menggampangkan segala cara, yang bermuara pada malasnya untuk berpikir karena terdorong oleh fasilitas dan kultur yang konsumtif yang tak terkendali.sehingga terhanyut pada cara berpikir. Sehingga sadar atau tidak telah menanamkan bom waktu yang pada suatu saat akan meledak tanpa kita bisa menghadapinya dan melukai kita bahkan mungkin orang disekitar kita.
Dari fenomena yang terlihat oleh kaca mata kita fenomena ini akan menjadi sebuah pertanyaan paling mendasar bagi siapa saja yang merasakan akan pentingnya arti sebuah perubahan. Akan kah aku menjadi subyek perubahan, atau tetap menjadi obyek karena ketidak siapan dan ketidak sadaran?
Apa yang bisa kita lihat belakangan hari ini,budaya kita yang sudah terdegradasi yang mengakibatkan lupanya memaknai esensi kehidupan. Karena generasi kita sekarang ini terhanyut oleh budaya barat yang hedonis,dan sikap apatis yang sudah akut menjadi budaya generasi ini,yang akhirnya terpaut pada pola pikir yang sederhana,pragmatis dan selalu menggampangkan segala cara, yang bermuara pada malasnya untuk berpikir karena terdorong oleh fasilitas dan kultur yang konsumtif yang tak terkendali.sehingga terhanyut pada cara berpikir. Sehingga sadar atau tidak telah menanamkan bom waktu yang pada suatu saat akan meledak tanpa kita bisa menghadapinya dan melukai kita bahkan mungkin orang disekitar kita.
Dari fenomena yang terlihat oleh kaca mata kita fenomena ini akan menjadi sebuah pertanyaan paling mendasar bagi siapa saja yang merasakan akan pentingnya arti sebuah perubahan. Akan kah aku menjadi subyek perubahan, atau tetap menjadi obyek karena ketidak siapan dan ketidak sadaran?
untuk kalangan muda
Salam perubahan
Mahasiswa…..mahasiswa…mahasiswa……
Anda boleh berbangga kali ini berada diposisi aman pertama. Aman dalam berkontrdiksi langsung dengan kegiatan produksi, aman dalam memasuki skat-skat struktur, kelas, idiologi, egoisme, dan lain-lain, posisi mahasiswa diuntungkan dalam hal ini. Begitupun dengan berbagai pasilitas yang didapat, baik itu akademis,informasi, atau subsidi yang diberikan oleh rakyat. Sehingga berawal dari sinilah sebenarnya kesadaran peran yang harus diambil semakin termanifestasi,bukan sebagai beban tapi tanggung jawab kita.
Angkatan 98 mampu menumbangkan rezim soeharto yang diktator, namun didalam kampus banyak para mahasiswanya ataupun aktivisnya mengalami inpotensi dalam menyuarakan perubahan,ketika berhadapan dengan pengusa kampus, orientasinya pun berubah ketika penekanan-penekanan akademis menjadi salah sebuah kontradiksi pokok baik mahasiswa, yang memang berkutat dengan konsumsi ilmu pengetahuan, semua kian termoderisasi seiring dengan tuntutan hidup yang semangkin mencekik.lalu aku bertanya apakah ini sebuah kematian untuk berpikir bebas?
Disinilah pentingnya untuk apa mengetahui menjadi mahasiswa?apakah kita harus berpikir pada orientasi akademis aja?menyelesaikan kuliah secepat mungkin,mengejar indeks prestasi tiga koma tanpa memikirkan hal-hal yang realistis, kalau kamu berpikir demikian kamu sangat keliru kawan sebagai mahasiswa.dan bukan itu sebenarnya hakekat dari mahasiswa,individualisme, adalah tidak sikap seorang mahasiswa yang katanya sebagai agen dari perubahan,maka dari itu cobalah berpikir lebih terbuka lagi.
Mahasiswa itu tidak hanya untuk dirinya sendiri dan harus lebih berguna bagi masarakat untuk menjawab kebutuhan dari masarakat dan harus mampu memberi solusi dan perubahan pada rakyat, cobalah berpikir untuk kebebasan,keadilan, dan kemakmuran rakyat secara demokrasi dan jangan bersikap apatis terhadap rakyat hanya karena mementingkan diri sendiri.
Mahasiswa adalah yang banyak diharapkan oleh rakyat untuk melakukan perubahan terhadap sistyem yang bobrok.mahasiswa kini sudah terdegradasi dari realitas sosial sebenarnya. Mahasiswa sekarang terkurung dari terali fakultatif yang menindas, generasi ini (mahasiswa) jika sudah terjangkiti penyakit apatis (acuh terhadap lingkungan dan realitas sosial yang merupakan cirri masarakat hedonis dan oportunis) dan yang lebih parah lagi telah dibalut oleh sikap individualisme,egoisme, dan budaya yang poya-poya.
Dari kejadian-kejadian yang diatas, peran mahasiswa menghadapi berbagai tantangan yang semuanya bermuara pada pertanyaaan mengenai posisi yang diemban oleh mahasiswa dalam mewjudkan proses perubahan dalam artian mewujudkan tujuan kehidupan yang berbangsa secara demokratis, dan pertanyaan sekarang apakah mahasiswa masih bisa memerankan fungsinya sebagai dari agen perubahan? Tentu saja pertanyaan ini hanya kita yang mampu menjawabnya, tak perlu dijawab dengan lisan yang cenderung hanya ngomong hiporkit, tetapi harus dibuktikan dengan sebuah langka nyata perubahan yang merupakan sebuah keniscayaan bagi sejarah baru.
Kita tidak boleh terjebak pada masa lalu yang mengakibatkan kita mandul dalam berbauat dan berkarya,memang jadi pelopor lebih sulit dari pada menjadi seorang pengekor. Tapi siapa lagi kalau bukan kita (mahasiswa) yang berperan sebagai barisan depan dalam proses menuju perubahan, kalau kita sependapat maka peran kita dalam proses perubahan ini adalah sebagai kaum memuluskan jalanya perubahan
Siapa lagi kalau bukan kita…..
Kapan lagi kalau tidak sekarang….
Mahasiswa…..mahasiswa…mahasiswa……
Anda boleh berbangga kali ini berada diposisi aman pertama. Aman dalam berkontrdiksi langsung dengan kegiatan produksi, aman dalam memasuki skat-skat struktur, kelas, idiologi, egoisme, dan lain-lain, posisi mahasiswa diuntungkan dalam hal ini. Begitupun dengan berbagai pasilitas yang didapat, baik itu akademis,informasi, atau subsidi yang diberikan oleh rakyat. Sehingga berawal dari sinilah sebenarnya kesadaran peran yang harus diambil semakin termanifestasi,bukan sebagai beban tapi tanggung jawab kita.
Angkatan 98 mampu menumbangkan rezim soeharto yang diktator, namun didalam kampus banyak para mahasiswanya ataupun aktivisnya mengalami inpotensi dalam menyuarakan perubahan,ketika berhadapan dengan pengusa kampus, orientasinya pun berubah ketika penekanan-penekanan akademis menjadi salah sebuah kontradiksi pokok baik mahasiswa, yang memang berkutat dengan konsumsi ilmu pengetahuan, semua kian termoderisasi seiring dengan tuntutan hidup yang semangkin mencekik.lalu aku bertanya apakah ini sebuah kematian untuk berpikir bebas?
Disinilah pentingnya untuk apa mengetahui menjadi mahasiswa?apakah kita harus berpikir pada orientasi akademis aja?menyelesaikan kuliah secepat mungkin,mengejar indeks prestasi tiga koma tanpa memikirkan hal-hal yang realistis, kalau kamu berpikir demikian kamu sangat keliru kawan sebagai mahasiswa.dan bukan itu sebenarnya hakekat dari mahasiswa,individualisme, adalah tidak sikap seorang mahasiswa yang katanya sebagai agen dari perubahan,maka dari itu cobalah berpikir lebih terbuka lagi.
Mahasiswa itu tidak hanya untuk dirinya sendiri dan harus lebih berguna bagi masarakat untuk menjawab kebutuhan dari masarakat dan harus mampu memberi solusi dan perubahan pada rakyat, cobalah berpikir untuk kebebasan,keadilan, dan kemakmuran rakyat secara demokrasi dan jangan bersikap apatis terhadap rakyat hanya karena mementingkan diri sendiri.
Mahasiswa adalah yang banyak diharapkan oleh rakyat untuk melakukan perubahan terhadap sistyem yang bobrok.mahasiswa kini sudah terdegradasi dari realitas sosial sebenarnya. Mahasiswa sekarang terkurung dari terali fakultatif yang menindas, generasi ini (mahasiswa) jika sudah terjangkiti penyakit apatis (acuh terhadap lingkungan dan realitas sosial yang merupakan cirri masarakat hedonis dan oportunis) dan yang lebih parah lagi telah dibalut oleh sikap individualisme,egoisme, dan budaya yang poya-poya.
Dari kejadian-kejadian yang diatas, peran mahasiswa menghadapi berbagai tantangan yang semuanya bermuara pada pertanyaaan mengenai posisi yang diemban oleh mahasiswa dalam mewjudkan proses perubahan dalam artian mewujudkan tujuan kehidupan yang berbangsa secara demokratis, dan pertanyaan sekarang apakah mahasiswa masih bisa memerankan fungsinya sebagai dari agen perubahan? Tentu saja pertanyaan ini hanya kita yang mampu menjawabnya, tak perlu dijawab dengan lisan yang cenderung hanya ngomong hiporkit, tetapi harus dibuktikan dengan sebuah langka nyata perubahan yang merupakan sebuah keniscayaan bagi sejarah baru.
Kita tidak boleh terjebak pada masa lalu yang mengakibatkan kita mandul dalam berbauat dan berkarya,memang jadi pelopor lebih sulit dari pada menjadi seorang pengekor. Tapi siapa lagi kalau bukan kita (mahasiswa) yang berperan sebagai barisan depan dalam proses menuju perubahan, kalau kita sependapat maka peran kita dalam proses perubahan ini adalah sebagai kaum memuluskan jalanya perubahan
Siapa lagi kalau bukan kita…..
Kapan lagi kalau tidak sekarang….
Rabu, 19 Maret 2008
Cinta, Sumber Energi Motivasi bagi Ipmalay
Dipupuk oleh rasa cinta , seorang anak sangat
termotivasi untuk menyelesaikan gelar sarjana guna membahagiakan kedua orang
tuanya.
Nah, pertanyaan yang sama mari kita ajukan kepada teman dalam kaitan dengan
ipmalay. Dengan dasar apakah ia selalu termotivasi untuk tetap memilih ipmalay ? Cinta jugakah sumber energinya? hmmm…suit…suit….
teman terhadap ipmalay sering dirasakan menjadi problem para anggota dan pengurus ipmalay. Problem ini muncul mana kala teman sudah memperlihatkan tanda-tanda tidak mencintai lagi ipmalay atau dengan kata lain sudah bosan ber ipmalay. Datang ya sekedar datang. Fenomena ini adalah toh ini semua kan milik kita bersama, bukan kepunyaanku,atau kami saja .
Gejala menurunnya sense of belonging ini mungkin akarnya sama yaitu mulai
menurunnya rasa cinta. Apapun objeknya, saat cinta mulai pudar, luntur,
terkikis, maka rasa memiliki, peduli, menjaga “buah cinta” tersebut
juga ikut tervibrasi.
Cinta melahirkan care, attention, respect yang munculnya otomatis tanpa perlu
perintah. Inside to outside. Cinta adalah sumber energi motivasi manusia untuk bergerak, action. Nah bagaimana menumbuhkan dan memekarkan kembali bunga-bunga
cinta berujud sense of belonging yang dapat menjadi sumber energi motivasi
tersebut?
Mari kita belajar kembali arti cinta itu sendiri. Mari kita kenang saat-saat
cinta pertama kita ‘dulu’ sedang mekar bersemi. Cukup bayangkan dan kenang saja
cinta pertama tersebut (kalau di ipmalay, kita senang banget saat kita bertemu dengan teman-teman di ipmalay yang satu daerah yang sama).
Untuk mendapatkan cinta itu kembali di hati teman-teman , mari organisasi kita
terus bagikan dan berikan “pupuk-pupuk cinta” itu ditebarkan di setiap
taman-taman, ruangan-ruangan kehidupan kita,. kita Pupuk-pupuk itu banyak macam dan jenisnya, saling perhatian, saling respect, saling mendengarkan keluhan, tak saling memaksakan kehendak, saling percaya, saling peduli kesulitan. Bukankah pupuk cinta tersebut berasal dari kita semua
Cinta yang adalah sumber energi motivasi itu pasti akan kembali bersemi,
menghangatkan, menyejukkan setiap teman –teman ipmalay . Bukankah kehadiran cinta
mewujud ke dalam senyuman, sapaan, kebahagiaan di sekitar Anda. Bila teman
senantiasa mampu merasakan aliran-aliran cinta di lingkungan ipmalay, sense of
belonging pasti dengan sendirinya tumbuh dengan akar kuat. Karena baginya
ipmalay adalah bagian dari hidupnya sendiri, tambatan cinta dan cita-citanya, tempat
sumber cinta dan aliran cinta mewarnai hari-hari dalam hidupnya.
Cinta tidak menghadirkan kekeringan hubungan. Kering pertanda kematian Tak ada kekeringan yang memberi kesuburan, bukan?
termotivasi untuk menyelesaikan gelar sarjana guna membahagiakan kedua orang
tuanya.
Nah, pertanyaan yang sama mari kita ajukan kepada teman dalam kaitan dengan
ipmalay. Dengan dasar apakah ia selalu termotivasi untuk tetap memilih ipmalay ? Cinta jugakah sumber energinya? hmmm…suit…suit….
teman terhadap ipmalay sering dirasakan menjadi problem para anggota dan pengurus ipmalay. Problem ini muncul mana kala teman sudah memperlihatkan tanda-tanda tidak mencintai lagi ipmalay atau dengan kata lain sudah bosan ber ipmalay. Datang ya sekedar datang. Fenomena ini adalah toh ini semua kan milik kita bersama, bukan kepunyaanku,atau kami saja .
Gejala menurunnya sense of belonging ini mungkin akarnya sama yaitu mulai
menurunnya rasa cinta. Apapun objeknya, saat cinta mulai pudar, luntur,
terkikis, maka rasa memiliki, peduli, menjaga “buah cinta” tersebut
juga ikut tervibrasi.
Cinta melahirkan care, attention, respect yang munculnya otomatis tanpa perlu
perintah. Inside to outside. Cinta adalah sumber energi motivasi manusia untuk bergerak, action. Nah bagaimana menumbuhkan dan memekarkan kembali bunga-bunga
cinta berujud sense of belonging yang dapat menjadi sumber energi motivasi
tersebut?
Mari kita belajar kembali arti cinta itu sendiri. Mari kita kenang saat-saat
cinta pertama kita ‘dulu’ sedang mekar bersemi. Cukup bayangkan dan kenang saja
cinta pertama tersebut (kalau di ipmalay, kita senang banget saat kita bertemu dengan teman-teman di ipmalay yang satu daerah yang sama).
Untuk mendapatkan cinta itu kembali di hati teman-teman , mari organisasi kita
terus bagikan dan berikan “pupuk-pupuk cinta” itu ditebarkan di setiap
taman-taman, ruangan-ruangan kehidupan kita,. kita Pupuk-pupuk itu banyak macam dan jenisnya, saling perhatian, saling respect, saling mendengarkan keluhan, tak saling memaksakan kehendak, saling percaya, saling peduli kesulitan. Bukankah pupuk cinta tersebut berasal dari kita semua
Cinta yang adalah sumber energi motivasi itu pasti akan kembali bersemi,
menghangatkan, menyejukkan setiap teman –teman ipmalay . Bukankah kehadiran cinta
mewujud ke dalam senyuman, sapaan, kebahagiaan di sekitar Anda. Bila teman
senantiasa mampu merasakan aliran-aliran cinta di lingkungan ipmalay, sense of
belonging pasti dengan sendirinya tumbuh dengan akar kuat. Karena baginya
ipmalay adalah bagian dari hidupnya sendiri, tambatan cinta dan cita-citanya, tempat
sumber cinta dan aliran cinta mewarnai hari-hari dalam hidupnya.
Cinta tidak menghadirkan kekeringan hubungan. Kering pertanda kematian Tak ada kekeringan yang memberi kesuburan, bukan?
Bukan tuk para Wanita!
Aku bukanlah para pemuja-pemuja seperti mereka, yang kan mengagung-agungkanmu dari keindahan dunia ini dan aku bukanlah para pendusta yang kan mampu menyembunyikan perasaanku padamu.perasaan para pecandu ketika menemukan dunia baru, perasaan para pecandu saat menemukan dosis yang begitu indah dan nikmat dan engkaulah dosis itu,dosis yang kekal dosis yang teramat indah,dan ketika para pecandu lain mendengarnya seluruh alam semesta kan terpaku,engkau seperti sebuah insfirasi dalam napas kehidupan pecandu dan tak dapat kusembunyikan perasaanku ini jika aku mencintai mu
Langganan:
Postingan (Atom)